Puisi Karyaku


Kerinduan

Detik demi detik telah dilewati
Hari demi hari telah berlalu
Tak terasa...
Kurang lebih 7 bulan kau telah meninggalkan sekolah ku
Ratusan kenangan indah ketika bersamamu,ku rasakan wahai guruku
Dimana pertama kali ku mengenalmu
Aku dipanggil untuk mengikuti sebuah events bergengsi di Bondowoso
Disaat itu,kau telah banyak memberiku banyak pengetahuan tentang seni
Lebih jauh lagi...
Kau memberiku pengetahuan lebih dalam lagi tentang Islam melalui naskah Syekh Siti Jenar..
Dan salah satu kenanagan yang tidak akan ku lupakan wahai guru ku
Disaat engkau menjadi pendamping lomba Pramuka di STAIN Jember dan SMA 1 Bondowoso 

Akhirnya,waktu telah memisahkan kita
Raga kita telah berpisah
Engkau telah menemukan sesuatu yang baru
Engkau telah menemukan suasana baru bersama para seniman-seniman
Engkau telah menemukan dunia yang baru
Namun,kita tak kan terpisah oleh batin kita

Satu kalimat mewakili kerinduan ku kepada mu
"Nikmati lah perjalanan hidup ini wahai guru ku"

Bondowoso,12 Januari 2013
17.10 WIB


Ayat Al-Qur'an bahwa manusia harus merubah nasibnya sendiri


žcÎ) ©!$# Ÿw çŽÉitóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRr'Î/

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” {Q.S 13:11}


Bus Ladju Ventura





Puisi karya Rahman Hakim



INDONESIA

Aku telah menemanimu dengan seratus bahkan seribu menit
Aku juga telah menemanimu berjuta-juta detik
Dengan perih,dengan resah,kecewa,segala warna nelangsa
Tawa pendar-pendar bunga estetika Indonesia

Sesaat tadi telapak jingga sapa tepuk bahuku
“Hendak kemanakah kita ini ? Hendak mengapakah kita disini ?”
Sungkan perlahan terdengar bisikannya di telinga
Ah… Apakah yang sebenarnya kita cari…….????
Jurang-jurang dalam……….!
Lembah-lembah tak bertuan…………….!
Ataukah nyanyian padang sunyi….?!!

Hari ini kita semakin jatuh di pelukan caci maki semesta
Hari ini kita mendekap jeda perbedaan kulit manusia
Hari ini kita dijajah peradaban
Hari ini kita di taklukkan kebudayaan yang semakin saja menjauhkan kita
Dari Tuhan penguasa Alam Raya……!
Hari ini kita bercanda dengan jutaan bala nestapa
Mencumbu mesra dosa-dosa
Membunuhi sesama saudara sebangsa !!!
Mendzolimi nurani-nurani 231 juta rakyat
Yang berhamburan mengungsi….
Yang pucat pasi dihempas tsunami,banjir bandang,gempa bumi
Bahkhan dengan nyata ditelanjangi murka pertiwi…..

Duhai…. Kemana sebenarnya kita menyimpan butir-butir sejatinya cinta??
Apakah di kantong-kantong kemeja tuan-tuan tanah ??
Apakah di tumpukan bangkai-bangkai tanpa kepala?
Apakah di lembutnya senyum para pengkhianat bangsa ??!!!!
Ataukah telah kita gadai dan jual pada keinginan
Yang rombeng,karat terpanggang matahari

Ah……….. Hari ini semakin saja kita jauh terbenam
Dalam kepalsuan,kebohongan,topeng-topeng kekuasaan
Agama hanya jadi ritual saja
Agama hanya jadi symbol kekerdilan jiwa kita sendiri
Dan kita semakin lena jadi warga Negara Indonesia
Satu kata yang mewakili jutaan ketidak berdayaan
Hiduplah… Indonesia…… Raya……


23 Januari 2008
19.43 WIB
Masjid at taqwa Bws 






Matematika Dalam Kehidupan

Pernahkah Anda berpikir bahwa:

1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?


2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?


3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?


Hikmahnya adalah :


(+) PLUS = BENAR


(-) MINUS = SALAH


1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.Rumus matematikanya :


+ x + = +


2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.Rumus matematikanya :


+ x - = -


- x + = -


3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.Rumus matematikanya :


- x - = +


Pelajaran matematika yang terkesan sederhana itu ternyata mengandung sarat makna kebenaran, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup. Semoga Bermanfaat.